PERANAN
PEKERJA
PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI KELURAHAN TAMAN SARI KECAMATAN
LABUHAN RATU BANDAR LAMPUNG
(Tugas Laporan Responsi Pengembangan Masyarakat)
Disusun Kelompok 11:
Ardhian Rizki A 1214071012
Chandra Afrian 1214071022
Septiana Sari 1214071068
Septian Trisaputra 1314071052
Yunus Dwi K 1014071015
UNIVERSITAS
LAMPUNG
BANDARLAMPUNG
2015
I. PENDAULUAN
1.1
Latar Belakang
Di masa lalu, pendekatan pembangunan
yang sering dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat senantiasa
berporos pada pertumbuhan ekonomi yang sentralistis dan bersifat top-down.
Dalam pendekatan yang demikian, masyarakat yang menjadi sasaran pembangunan
tidak dilibatkan dan bahkan diasingkan dari proses pembangunan yang
sesungguhnya terkait dengan hajat hidup mereka. Dimensi partisipatif dari
pembangunan telah diabaikan. Masyarakat tidak dipandang sebagai aktor yang
memiliki potensi dan kemampuan dalam mengembangkan kualitas hidupnya. Mereka
sering dianggap hanya sebagai penerima pasif dari berbagai ragam kegiatan
pembangunan. Mereka dipinggirkan atas nama pembangunan. Kemudian setelah
pendekatan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat senantiasa
berporos pada pertumbuhan ekonomi yang sentralistis dan bersifat top-down
kurang berhasil ataupun dapat dikatakan mengalami kegagalan maka pemrintah
mulai melakukan perubahan pendekatan misalnya menggunakan pendekatan Community
Development atau Pengembangan Masyarakat (PM) yang kini semakin populer sebagai
salah satu pendekatan pembangunan yang berwawasan lokal, partisipatif dan
edukatif. Secara akademis, pengembangan masyarakat dikenal sebagai salah satu
metode pekerjaan sosial (social work) yang tujuan utamanya untuk memperbaiki
kualitas hidup masyarakat melalui pendayagunaan sumber-sumber yang ada pada
mereka serta menekankan pada prinsip partisipasi sosial.
1.2
Tujuan
Adapun tujuan dalam
pengamatan yang dilakukan di Kelurahan Tamansari Kecamatan Labuhan Ratu Bandar Lampung yaitu :
1.
Mengetahui peranan pekerja pengembangan
masyarakat
2.
Mengetahui peranan pekerja apa saja yang
ada di kelurahan tamansari dalam pengembangan masyarakat
II.
PEMBAHASAN
3.1.Pengertian Pekerja sosial
Pengertian pekerjaan sosial yang dikemukakan oleh Charles
Zastrow (1982), yang dikutip oleh Dwi Heru Sukoco (1995:7) sebagai
berikut:
"Pekerjaan sosial merupakan kegiatan profesional untuk membantu
individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat guna meningkatkan atau
memperbaiki kemampuan mereka dalam berfungsi sosial serta menciptakan
kondisi masyarakat yang memungkinkan mereka mencapai tujuan".
dari pengertian di atas, maka seorang pekerja sosial harus bisa menciptakan
kondisi masyarakat yang baik dan teratur dalam menjaga setiap keberfungsian
elemennya yang menjadi para pemeran berbagai peran yang ada di dalam
masyarakat. menciptakan kondisi masyarakat yang kondusif dengan relasi-relasi
yang ada didalamnya untuk bisa memberikan keterikatan di antara para pemegang
peran tersebut.
3.2.Pengertian Peran
Definisi peran adalah seperangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh
orang yang memiliki kedudukan di masyarakat.
Sedangkan menurut Soerjono Soekanto
(1990) mendefinisikan peranan sebagai: Suatu konsep perihal apa-apa yang
dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai suatu
organisasi. Peranan meliputi
norma-norma yang dihubungkan dengan posisi/tempat seseorang dalam masyarakat.
3.3.Peranan Pekerjaan Sosial
a. Sebagai pemercepat perubahan
(enabler)
Sebagai enabler, seorang pekerja sosial
membantu individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat dalam
mengakses Sistem sumber yang ada, mengidentifikasi masalah dan mengembangkan
kapasitasnya agar dapat mengatasi masalah untuk pemenuhan kebutuhannya.
b. Peran sebagai perantara (broker)
Peran sebagai perantara yaitu
menghubungkan individu-individu, kelompok-kelompok dan
masyarakat dengan lembaga pemberi pelayanan masyarakat dalam hal ini;
Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, serta Pemerintah, agar dapat
memberikan pelayanan kepada individu-individu, kelompok-kelompok dan
masyarakat yang membutuhkan bantuan atau layanan masyarakat.
c. Pendidik (educator)
Dalam menjalankan peran sebagai
pendidik, community worker diharapkan mempunyai kemampuan menyampaikan
informasi dengan baik dan benar serta mudah diterima
oleh individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat yang menjadi
sasaran perubahan.
d. Tenaga ahli (expert)
Dalam kaitannya sebagai tenaga ahli,
pekerja sosial dapat memberikan masukan, saran, dan dukungan informasi dalam
berbagai area (individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat).
e. Perencana sosial (social
planner)
Seorang perencana sosial mengumpulkan
data mengenai masalah sosial yang dihadapi individu-individu,
kelompok-kelompok dan masyarakat, menganalisa dan menyajikan alternative
tindakan yang rasional dalam mengakses Sistem sumber yang ada untuk mengatasi
masalah pemenuhan kebutuhan individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat.
f. Fasilitator
Pekerja sosial sebagai fasilitator, dalam
peran ini berkaitan dengan menstimulasi atau mendukung pengembangan masyarakat.
Peran ini dilakukan untuk mempermudah proses perubahan individu-individu,
kelompok-kelompok dan masyarakat, menjadi katalis untuk bertindak dan menolong
sepanjang proses pengembangan dengan menyediakan waktu, pemikiran dan
sarana-sarana yang dibutuhkan dalam proses tersebut.
3.4. Menurut Jim Ife,2002, peran pekerja sosial antara lain:
a. Peranan Fasilitatif
Peranan praktek yang dikelompokan ke dalam peranan fasilitatif
merupakan peranan yang dicurahkan untuk membangkitkan semangat atau memberi
dorongan kepada individu-individu, kelompok-kelompok dan
masyarakat untuk menggunakan potensi dan sumber yang dimiliki untuk
meningkatkan produktivitas dan pengelolaan usaha secara efisien. Melakukan
mediasi dan negosiasi, yaitu pekerja sosial memerankan diri sebagai mediator
dalam pemanfaatan lahan dengan pihak lain untuk memperluas aktivitas kerjasama
dengan menguntungkan pihak-pihak yang terlibat. Memberikan support/dukungan,
yaitu memberikan dukungan untuk memperkuat, mengakui dan menghargai nilai yang
dimiliki oleh individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat,
menghargai kontribusi dan kerja mereka. Dukungan ini dapat bersifat formal dan
informal. Membangun consensus dengan sesama pihak untuk melakukan kerjasama
dalam rangka pengembangan potensi individu-individu, kelompok-kelompok dan
masyarakat. Memfasilitasi individu-individu, kelompok-kelompok dan
masyarakat dalam meningkatkan produktivitas dan pemasaran hasil produksi.
b. Peranan Educational
Pekerja sosial memainkan peranan dalam penentuan agenda, sehingga
tidak hanya membantu pelaksanaan proses peningkatan peningkatan produktivitas
akan tetapi lebih berperan aktif dalam memberikan masukan dalam rangka
peningkatan pengetahuan, keterampilan serta pengalaman
bagi individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat. Peran pendidikan
ini dapat dilakukan dengan peningkatan kesadaran, memberikan informasi,
mengkonfrontasikan, melakukan pelatihan bagi individu-individu,
kelompok-kelompok dan masyarakat.
c. Peranan-peranan
Representasional
Pekerja sosial melakukan interaksi dengan badan-badan di masyarakat yang
bertujuan bagi kepentingan individu-individu, kelompok-kelompok dan
masyarakat. Peranan ini dilakukan, antara lain dengan : mendapatkan
sumber-sumber dari luar tetapi dengan berbagai pertimbangan yang matang,
seperti bantuan modal usaha, pelatihan pengembangan potensi dan produktivitas
dari berbagai donator. Melakukan advokasi untuk membela
kepentingan-kepentingan individu-individu, kelompok-kelompok dan
masyarakat seperti mendukung upaya implementasi program dan berupaya
merealisasikan program tersebut. Memanfaatkan Media Masa untuk memperkenalkan
hasil produksi. Selain itu juga bertujuan menerima dukungan dari pihak lain
yang lebih luas; membuka jaringan kerja, dengan mengembangkan relasi dengan
berbagai pihak, kelompok dan berupaya mendorong mereka untuk turut serta dalam
upaya pengembangan potensi, seperti pemerintah, pengusaha, dan masyarakat’
selain itu pula, pekerja sosial berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan
stakeholder.
d. Peranan Teknis
Di sini pekerja sosial melakukan pengumpulan dan analisis data,
kemampuan menggunakan komputer, kemampuan melakukan presentasi secara verbal
maupun tertulis, manajemen serta melakukan pengendalian finansial, dan
melakukan need assessment terhadap pengembangan
potensi individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat. Peran-peran
ini dapat dilakukan pekerja sosial bersama individu-individu,
kelompok-kelompok dan masyarakat melakukan mendapatkan informasi dan data
yang dapat digunakan baik untuk mengundang perhatian dari stakeholders untuk
mengembangkan potensi tetapi juga membantu mempromosikan.
Dengan demikian,
pekerjaan sosial memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan
potensi individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat.
3.5.Program Pengembangan
Masyarakat
Adapun
program kerja Kelurahan Labuhan Ratu Raya yang saat ini di pimpin oleh Bpk.
H.M.Gandhi HZ, SE Antara lain :
1.
Selaku aparat sebagai pelayan masyarakat
2.
Menata serta membina lingkungan
masyarakat
3.
Setiap kegiatan selalu melibatkan tokoh
masyarakat dan warga
Program kerja bulanan kelurahan Labuhan
Ratu Raya :
1.
Mengevaluasi realisasi PBB
2.
Melaksanakan Jum’at bersih
Program
kerja tahunan kelurahan labuhan Ratu Raya :
1.
Pembunaan perangkat kelurahan, RT &
Lingkungan secara rutin
2.
Merumuskan program pembangunan skala
prioritas
3.
Meningkatkan pelayanan prima terhadap
masyarakat
4.
Meningkatkan kembali budaya gotong
royong
5.
Meningkatkan peran PKK, PAUD, Posyandu,
& Pengajian rutin
Program
pengembangan masyarakat yang telah dijalani :
1.
Kiat Lurah dalam rangka meningkatkan
peran serta RT/Lingkungan & Tokoh masyarakat dalam pembanguan kelurahan dengan cara selalu
berkoordinasi dan melibatkan RT/Lingkungan dan berkoordinasi melibatkan tokoh
masyarakat.
2.
Tindakan yang dilakukan apabila musibah
kebakaran/Banjir/longsor yaitu segera melakukan koordinasi instansi BPBD,
segera merujuk warga tersebut ke poskeskel terdekat yang telah di sediakan.
3.
Menerapkan kegiatan Ronda malam untuk
ketertiban serta keamanan rumah warga kelurahan Labuhan Ratu Raya dengan cara
membagi tugas atau jadwal jaga malam pos ronda dan Berkoordinasi dengan RT .
4.
Pelayanan Posyandu dengan menghimbau
kepada masyarakat yang memiliki bayi dan balita untuk datang ke posyandu dengan
tujuan memeriksa kesehatan bayi dan balita.
5.
Pelayanan Poskeskel
6.
Pendistribusian raskin
7.
Pelatihan kesadaran KB melalui PKK
8.
Pembrantasan Narkoba untuk anak-anak
muda bekerjasama dengan BNN BNN
9.
Bercocok tanam di area dekat Kelurahan
Labuhan Ratu Raya
3.6.Peranan Pekerja Pengembangan
Masyarakat di Kelurahan Labuhan Ratu
Dalam
menerapkan program pengembangan masyarakat yang telah di buat oleh kelurahan
Labuhan Ratu Raya sangat dibutuhkan peranan
yang yang penting dari masyarakat dengan pemerintah dalam program
pengembangan masyarakat, agar program-program tersebut dapat terlaksana dengan
baik.
Adapun
peranan pekerja masyarakat pada program pengembangan masyarakat yaitu :
1. Kiat
Lurah dalam rangka meningkatkan peran serta RT/Lingkungan & Tokoh
masyarakat dalam pembanguan kelurahan
dengan cara selalu berkoordinasi dan melibatkan RT/Lingkungan dan berkoordinasi
melibatkan tokoh masyarakat
2. Pembrantasan
Narkoba untuk anak-anak muda bekerjasama dengan BNN BNN
3. Bercocok
tanam di area dekat Kelurahan Labuhan Ratu Raya
III.
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang diperoleh dari pengamatan yang
dilakukan :
1.
Peranan pekerja dari masyarakat sangat
penting dalam pelaksanan program pengembangan masyarakat.
2.
Peranan pekerja oleh masyarakat kelurahan
Labuhan Ratu Raya yaitu ikut berkoordinasi dalam pembangunan, pemberantasan
narkoba dan bercocok tanam di areal lahan kelurahan.
DAFTAR PUSTAKA
Ife, Jim. 2002. Community Development
Creating community alternatives-vision, analysis and practice. Australia:
Longman.
Sukoco, Dwi Heru. 1995.
Profesi Pekerjaan Sosial dan Proses Pertolongannya. Bandung: Koperasi Mahasiswa
STKS.
No comments:
Post a Comment