Mrchandblog

Blog untuk berbagi ilmu

Hot

Post Top Ad

Saturday, July 22, 2017

PERANAN PEKERJA PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI KELURAHAN TAMAN SARI KECAMATAN LABUHAN RATU BANDAR LAMPUNG

4:32 PM 0


PERANAN PEKERJA PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI KELURAHAN TAMAN SARI KECAMATAN LABUHAN RATU BANDAR LAMPUNG
 (Tugas Laporan Responsi Pengembangan Masyarakat)



Disusun Kelompok 11:


Ardhian Rizki A                     1214071012
Chandra Afrian                       1214071022
Septiana Sari                           1214071068
Septian Trisaputra                   1314071052
Yunus Dwi K                          1014071015







 




















UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDARLAMPUNG
2015




I.       PENDAULUAN


1.1        Latar Belakang

Di masa lalu, pendekatan pembangunan yang sering dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat senantiasa berporos pada pertumbuhan ekonomi yang sentralistis dan bersifat top-down. Dalam pendekatan yang demikian, masyarakat yang menjadi sasaran pembangunan tidak dilibatkan dan bahkan diasingkan dari proses pembangunan yang sesungguhnya terkait dengan hajat hidup mereka. Dimensi partisipatif dari pembangunan telah diabaikan. Masyarakat tidak dipandang sebagai aktor yang memiliki potensi dan kemampuan dalam mengembangkan kualitas hidupnya. Mereka sering dianggap hanya sebagai penerima pasif dari berbagai ragam kegiatan pembangunan. Mereka dipinggirkan atas nama pembangunan. Kemudian setelah pendekatan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat senantiasa berporos pada pertumbuhan ekonomi yang sentralistis dan bersifat top-down kurang berhasil ataupun dapat dikatakan mengalami kegagalan maka pemrintah mulai melakukan perubahan pendekatan misalnya menggunakan pendekatan Community Development atau Pengembangan Masyarakat (PM) yang kini semakin populer sebagai salah satu pendekatan pembangunan yang berwawasan lokal, partisipatif dan edukatif. Secara akademis, pengembangan masyarakat dikenal sebagai salah satu metode pekerjaan sosial (social work) yang tujuan utamanya untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui pendayagunaan sumber-sumber yang ada pada mereka serta menekankan pada prinsip partisipasi sosial.  




1.2              Tujuan

Adapun tujuan dalam pengamatan yang dilakukan di Kelurahan Tamansari  Kecamatan Labuhan Ratu Bandar Lampung yaitu :
                                                                              
1.      Mengetahui peranan pekerja pengembangan masyarakat
2.      Mengetahui peranan pekerja apa saja yang ada di kelurahan tamansari dalam pengembangan masyarakat











II.                PEMBAHASAN


3.1.Pengertian Pekerja sosial
Pengertian pekerjaan sosial yang dikemukakan oleh Charles Zastrow (1982), yang dikutip oleh Dwi Heru Sukoco (1995:7) sebagai berikut:
"Pekerjaan sosial merupakan kegiatan profesional untuk membantu individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat guna meningkatkan atau memperbaiki  kemampuan mereka dalam berfungsi sosial serta menciptakan kondisi masyarakat yang memungkinkan mereka mencapai tujuan".
dari pengertian di atas, maka seorang pekerja sosial harus bisa menciptakan kondisi masyarakat yang baik dan teratur dalam menjaga setiap keberfungsian elemennya yang menjadi para pemeran berbagai peran yang ada di dalam masyarakat. menciptakan kondisi masyarakat yang kondusif dengan relasi-relasi yang ada didalamnya untuk bisa memberikan keterikatan di antara para pemegang peran tersebut.

3.2.Pengertian Peran
Definisi peran adalah seperangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang memiliki kedudukan di masyarakat.
Sedangkan menurut Soerjono Soekanto (1990) mendefinisikan peranan sebagai: Suatu konsep perihal apa-apa yang dapat dilakukan oleh individu  dalam masyarakat sebagai suatu organisasi. Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi/tempat seseorang dalam masyarakat.

3.3.Peranan Pekerjaan Sosial
a.       Sebagai pemercepat perubahan (enabler)
Sebagai enabler, seorang pekerja sosial membantu individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat dalam mengakses Sistem sumber yang ada, mengidentifikasi masalah dan mengembangkan kapasitasnya agar dapat mengatasi masalah untuk pemenuhan kebutuhannya.
b.      Peran sebagai perantara (broker)
Peran sebagai perantara yaitu menghubungkan individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat dengan lembaga pemberi pelayanan masyarakat dalam hal ini; Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, serta Pemerintah, agar dapat memberikan pelayanan kepada individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat yang membutuhkan bantuan atau layanan masyarakat.
c.       Pendidik (educator)
Dalam menjalankan peran sebagai pendidik, community worker diharapkan mempunyai kemampuan menyampaikan informasi dengan baik dan benar serta mudah diterima oleh individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat yang menjadi sasaran perubahan.
d.      Tenaga ahli (expert)
Dalam kaitannya sebagai tenaga ahli, pekerja sosial dapat memberikan masukan, saran, dan dukungan informasi dalam berbagai area (individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat).
e.       Perencana sosial (social planner)
Seorang perencana sosial mengumpulkan data mengenai masalah sosial yang dihadapi individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat, menganalisa dan menyajikan alternative tindakan yang rasional dalam mengakses Sistem sumber yang ada untuk mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat.
f.       Fasilitator
         Pekerja sosial sebagai fasilitator, dalam peran ini berkaitan dengan menstimulasi atau mendukung pengembangan masyarakat. Peran ini dilakukan untuk mempermudah proses perubahan individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat, menjadi katalis untuk bertindak dan menolong sepanjang proses pengembangan dengan menyediakan waktu, pemikiran dan sarana-sarana yang dibutuhkan dalam proses tersebut.


3.4. Menurut Jim Ife,2002, peran pekerja sosial antara lain:
a.       Peranan Fasilitatif
              Peranan praktek yang dikelompokan ke dalam peranan fasilitatif merupakan peranan yang dicurahkan untuk membangkitkan semangat atau memberi dorongan kepada individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat untuk menggunakan potensi dan sumber yang dimiliki untuk meningkatkan produktivitas dan pengelolaan usaha secara efisien. Melakukan mediasi dan negosiasi, yaitu pekerja sosial memerankan diri sebagai mediator dalam pemanfaatan lahan dengan pihak lain untuk memperluas aktivitas kerjasama dengan menguntungkan pihak-pihak yang terlibat. Memberikan support/dukungan, yaitu memberikan dukungan untuk memperkuat, mengakui dan menghargai nilai yang dimiliki oleh individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat, menghargai kontribusi dan kerja mereka. Dukungan ini dapat bersifat formal dan informal. Membangun consensus dengan sesama pihak untuk melakukan kerjasama dalam rangka pengembangan potensi individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat. Memfasilitasi individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas dan pemasaran hasil produksi.
b.      Peranan Educational
               Pekerja sosial memainkan peranan dalam penentuan agenda, sehingga tidak hanya membantu pelaksanaan proses peningkatan peningkatan produktivitas akan tetapi lebih berperan aktif dalam memberikan masukan dalam rangka peningkatan pengetahuan, keterampilan serta pengalaman bagi individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat. Peran pendidikan ini dapat dilakukan dengan peningkatan kesadaran, memberikan informasi, mengkonfrontasikan, melakukan pelatihan bagi individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat.
c.       Peranan-peranan Representasional
             Pekerja sosial melakukan interaksi dengan badan-badan di masyarakat yang bertujuan bagi kepentingan individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat. Peranan ini dilakukan, antara lain dengan : mendapatkan sumber-sumber dari luar tetapi dengan berbagai pertimbangan yang matang, seperti bantuan modal usaha, pelatihan pengembangan potensi dan produktivitas  dari berbagai donator. Melakukan advokasi untuk membela kepentingan-kepentingan individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat seperti mendukung upaya implementasi program dan berupaya merealisasikan program tersebut. Memanfaatkan Media Masa untuk memperkenalkan hasil produksi. Selain itu juga bertujuan menerima dukungan dari pihak lain yang lebih luas; membuka jaringan kerja, dengan mengembangkan relasi dengan berbagai pihak, kelompok dan berupaya mendorong mereka untuk turut serta dalam upaya pengembangan potensi, seperti pemerintah, pengusaha, dan masyarakat’ selain itu pula, pekerja sosial berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan stakeholder.
d.      Peranan Teknis
            Di sini pekerja sosial melakukan pengumpulan dan analisis data,  kemampuan menggunakan komputer, kemampuan melakukan presentasi secara verbal maupun tertulis, manajemen serta melakukan pengendalian finansial, dan melakukan need assessment terhadap pengembangan potensi individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat. Peran-peran ini dapat dilakukan  pekerja sosial bersama individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat melakukan mendapatkan informasi dan data yang dapat digunakan baik untuk mengundang perhatian dari stakeholders untuk mengembangkan potensi tetapi juga membantu mempromosikan.
              Dengan demikian, pekerjaan sosial  memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan potensi individu-individu, kelompok-kelompok dan masyarakat.

3.5.Program Pengembangan Masyarakat

Adapun program kerja Kelurahan Labuhan Ratu Raya yang saat ini di pimpin oleh Bpk. H.M.Gandhi HZ, SE Antara lain :
1.      Selaku aparat sebagai pelayan masyarakat
2.      Menata serta membina lingkungan masyarakat
3.      Setiap kegiatan selalu melibatkan tokoh masyarakat dan warga

Program kerja bulanan kelurahan Labuhan Ratu Raya :
1.      Mengevaluasi realisasi PBB
2.      Melaksanakan Jum’at bersih
Program kerja tahunan kelurahan labuhan Ratu Raya :
1.      Pembunaan perangkat kelurahan, RT & Lingkungan secara rutin
2.      Merumuskan program pembangunan skala prioritas
3.      Meningkatkan pelayanan prima terhadap masyarakat
4.      Meningkatkan kembali budaya gotong royong
5.      Meningkatkan peran PKK, PAUD, Posyandu, & Pengajian rutin
Program pengembangan masyarakat yang telah dijalani :
1.      Kiat Lurah dalam rangka meningkatkan peran serta RT/Lingkungan & Tokoh masyarakat  dalam pembanguan kelurahan dengan cara selalu berkoordinasi dan melibatkan RT/Lingkungan dan berkoordinasi melibatkan tokoh masyarakat.
2.      Tindakan yang dilakukan apabila musibah kebakaran/Banjir/longsor yaitu segera melakukan koordinasi instansi BPBD, segera merujuk warga tersebut ke poskeskel terdekat yang telah di sediakan.
3.      Menerapkan kegiatan Ronda malam untuk ketertiban serta keamanan rumah warga kelurahan Labuhan Ratu Raya dengan cara membagi tugas atau jadwal jaga malam pos ronda dan Berkoordinasi dengan RT .
4.      Pelayanan Posyandu dengan menghimbau kepada masyarakat yang memiliki bayi dan balita untuk datang ke posyandu dengan tujuan memeriksa kesehatan bayi dan balita.
5.      Pelayanan Poskeskel
6.      Pendistribusian raskin
7.      Pelatihan kesadaran KB melalui PKK
8.      Pembrantasan Narkoba untuk anak-anak muda bekerjasama dengan BNN BNN
9.      Bercocok tanam di area dekat Kelurahan Labuhan Ratu Raya

3.6.Peranan Pekerja Pengembangan Masyarakat di Kelurahan Labuhan Ratu
Dalam menerapkan program pengembangan masyarakat yang telah di buat oleh kelurahan Labuhan Ratu Raya sangat dibutuhkan peranan  yang yang penting dari masyarakat dengan pemerintah dalam program pengembangan masyarakat, agar program-program tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Adapun peranan pekerja masyarakat pada program pengembangan masyarakat yaitu :
1.      Kiat Lurah dalam rangka meningkatkan peran serta RT/Lingkungan & Tokoh masyarakat  dalam pembanguan kelurahan dengan cara selalu berkoordinasi dan melibatkan RT/Lingkungan dan berkoordinasi melibatkan tokoh masyarakat
2.      Pembrantasan Narkoba untuk anak-anak muda bekerjasama dengan BNN BNN
3.      Bercocok tanam di area dekat Kelurahan Labuhan Ratu Raya








III.             KESIMPULAN


Adapun kesimpulan yang diperoleh dari pengamatan yang dilakukan :
1.      Peranan pekerja dari masyarakat sangat penting dalam pelaksanan program pengembangan masyarakat.
2.       Peranan pekerja oleh masyarakat kelurahan Labuhan Ratu Raya yaitu ikut berkoordinasi dalam pembangunan, pemberantasan narkoba dan bercocok tanam di areal lahan kelurahan.



DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Komunikasi Sosial Pengembangan Masyarakat. www.academia.edu. Akses : 2 Mei 2015.
Ife, Jim. 2002. Community Development Creating community alternatives-vision, analysis and practice. Australia: Longman.
Sukoco, Dwi Heru. 1995. Profesi Pekerjaan Sosial dan Proses Pertolongannya. Bandung: Koperasi Mahasiswa STKS.
Read More

KOMUNIKASI SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI KELURAHAN TAMAN SARI KECAMATAN LABUHAN RATU BANDAR LAMPUNG

4:31 PM 0


KOMUNIKASI SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI KELURAHAN TAMAN SARI KECAMATAN LABUHAN RATU BANDAR LAMPUNG
 (Tugas Responsi Pengembangan Masyarakat)



Disusun Kelompok 11:


Ardhian Rizki A                     1214071012
Chandra Afrian                       1214071022
Septiana Sari                           1214071068
Septian Trisaputra                   1314071052
Yunus Dwi K                          1014071015






 




















UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDARLAMPUNG
2015




I.       PENDAULUAN


1.1        Latar Belakang

Pengembangan masyarakat (community development) dipandang sebagai strategi yang tepat untuk memberdayakan dan menigkatkan taraf hidup masyarakat luas. Namun perlu diingat bahwa setiap masyarakat mempunyai tradisi dan adat-istiadat yang berbeda, yang dapat menjadi potensi yang dapat dikembangkan sebagai modal sosial. Untuk itu dalam upaya pengembangan masyarakat, dibutuhkan strategi dan pendekatan yang tepat. Selain itu, perlu juga dilakukan pembahasan pengembangan masyarakat dalam konteks beragam pendekatan yang dapat dipandang sebagai cara-cara alternatif dalam melaksanakan pengembangan masyarakat.
Dalam pengembangan masyarakat dapat dibantu dengan adanya program-program yang dibuat sesuai kebutuhan masyarakat sekitar. Program-program yang dibuat harus mengandung 5 elemen pengembangan masyarakat, yaiut : advokasi, pengorganisasian komunitas, pengembangan jaringan, pengembangan kapasitas dan komunikasi, informasi, dan edukasi. Dalam hal ini elemen Komunikasi, informasi dan edukasi sangat penting dalam membangun sebuah program pengembangan masyarakat. Dimana komunikasi dapat membuat berbagai pihak – pihak yang diperlukan agar terlibat dalam program.

Komunikasi dalam pelaksanaa program pembangunan sering disebut dengan komunikasi sosial. Komunikasi sosial dapat dijadikan sebagai indikator dalam menganalisis proses-proses pelaksanaan program pengembangan masyarakat.


1.2              Tujuan

Adapun tujuan dalam pengamatan yang dilakukan di Kelurahan Tamansari  Kecamatan Labuhan Ratu Bandar Lampung yaitu :
                                                                              
1.      Mengetahui komunikasi sosial dalam pengembangan masyarakat
2.      Mengetahui komunikasi sosial apa saja yang ada di kelurahan tamansari dalam pengembangan masyarakat











II.                PEMBAHASAN


3.1.      Pengertian Komunikasi Sosial

Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang,kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.  Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.

3.2.      Komponen, Proses dan Model Komunikasi

1.    Komponen Komunikasi

Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
a)    Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
b)   Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
c)    Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
d)   Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
e)    Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana komunikasi itu akan dijalankan.

2.    Proses Komunikasi

Secara ringkas, proses berlangsungnya komunikasi bisa digambarkan seperti berikut:
a)    Komunikator (sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti kedua pihak.
b)   Pesan (message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui telepon, surat, e-mail, atau media lainnya. media (channel) alat yang menjadi penyampai pesan dari komunikator ke komunikan.
c)    Komunikan (receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komunikan itu sendiri. Komunikan (receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud oleh si pengirim.

3.    Model – Model Komunikasi

Dari berbagai model komunikasi yang sudah ada, di sini akan dibahas tiga model paling utama, serta akan dibicarakan pendekatan yang mendasarinya dan bagaimana komunikasi dikonseptualisasikan dalam perkembangannya.
a)    Model Komunikasi Linear 
Model komunikasi ini dikemukakan oleh Claude Shannon dan Warren Weaver pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical of Communication. Mereka mendeskripsikan komunikasi sebagai proses linear karena tertarik pada teknologi radio dan telepon dan ingin mengembangkan suatu model yang dapat menjelaskan bagaimana informasi melewati berbagai saluran (channel). Hasilnya adalah konseptualisasi dari komunikasi linear (linear communication model). Pendekatan ini terdiri atas beberapa elemen kunci: sumber (source), pesan (message) dan penerima (receiver). Model linear berasumsi bahwa seseorang hanyalah pengirim atau penerima. Tentu saja hal ini merupakan pandangan yang sangat sempit terhadap partisipan-partisipan dalam proses komunikasi.
b)   Model Interaksional
Model interaksional dikembangkan oleh Wilbur Schramm pada tahun 1954 yang menekankan pada proses komunikasi dua arah di antara para komunikator. Dengan kata lain, komunikasi berlangsung dua arah: dari pengirim dan kepada penerima dan dari penerima kepada pengirim. Proses melingkar ini menunjukkan bahwa komunikasi selalu berlangsung.  Para peserta komunikasi menurut model interaksional adalah orang-orang yang mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi sosial, tepatnya melalui pengambilan peran orang lain. Patut dicatat bahwa model ini menempatkan sumber dan penerima mempunyai kedudukan yang sederajat. Satu elemen yang penting bagi model interkasional adalah umpan balik (feedback), atau tanggapan terhadap suatu pesan.
c)    Model transaksional 
Model komunikasi transaksional dikembangkan oleh Barnlund pada tahun 1970. Model ini menggarisbawahi pengiriman dan penerimaan pesan yang berlangsung secara terus-menerus dalam sebuah episode komunikasi. Komunikasi bersifat transaksional adalah proses kooperatif: pengirim dan penerima sama-sama bertanggungjawab terhadap dampak dan efektivitas komunikasi yang terjadi.  Model transaksional berasumsi bahwa saat kita terus-menerus mengirimkan dan menerima pesan, kita berurusan baik dengan elemen verbal dan nonverbal. Dengan kata lain, peserta komunikasi (komunikator) melalukan proses negosiasi makna.

3.3.             Elemen – Elemen Komunikasi Sosial

Elemen-elemen dalam komunikasi sosial yaitu: (a) angka partisipasi, (b) masyarakat, (c) fungsi informasi, interpretasi dan hiburan, dan (d) budaya kelompok. Namun elemen-elemen tersebut yang terkait dalam artikel ini yaitu partisipasi, masyarakat, fungsi informasi dan budaya. Atau disimpulkan bahwa semua elemen dalam komunikasi sosial terdapat dalam artikel ini. Berikut ini ulasan singkatnya:
a.         Partisipasi
Partsipasi merupakan bentuk sikap aktif untuk bekerjasama, dan menjadi suatu hal yang baik untuk menjadi salah satu langkah untuk menyuburkan interaksi yang harmonis. Partsipasi ini sebenarnya telah menjadi kekayaan masyarakat Maluku sebelum terjadi konflik perpecahan, dimana sebelum hal ini terjadi, dua keyakinan yang berbeda hidup berdampingan dan saling bergotong royong jika ada yang memerlukan banyak tenaga (hal.6). Partisipasi terbentuk bila diawali dengan komunikasi tatap muka interpersonal. Hal ini menumbuhkan kebersamaan dan komunitas yang kuat. Ini juga terlihat dalam masyarakat desa Idamdehe ketika membangun sekolah.
b.         Masyarakat
Ketika berbicara mengenai komunikasi sosial, hal yang harus ada adalah masyarakat atau komunitas yang akan menjalani komunikasi itu sendiri. Dalam artikel ini terdiri suatu masyarakat yang berada dalam satu payung yang sama yaitu “etnisitas” (hal.1), dimana dalam satu payung tersebut terdapat dua keyakinan yang berbeda yang dalam kehidupannya disatukan dan diikat dalam suatu kesamaan etnis.

c.         Informasi
Terkait dengan komunikasi, informasi merupakan suatu modal dalam komunikasi itu sendiri, dimana informasi tersebut dibungkus dalam satu pesan untuk didistribusikan oleh sumber kepada penerima pesan. Dalam kaitannya dengan masalah dalam artikel ini, informasi yang seharusnya diperoleh setiap individu masyarakat, kini porsinya telah berkurang, lantaran disebabkan oleh terdegradasinya pola komunikasi interpersonal tatap muka, sehingga jalinan komunikasi diantara mereka semakin terbatas, sehingga memungkinkan terjadinya misscommunication dan berujung pada kesalah pahaman dan konflik. Karena kurangnya interaksi komunikasi itulah menyebabkan satu sama lain tidak memiliki informasi yang benar dan akurat.
d.         Budaya
Budaya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam masyarakat. Masyarakat yang berbeda memiliki budaya yang berbeda. Dengan budaya yang berbeda pola komunikasinya pun berbeda yang disesuaikan dengan budaya tersebut. Di tengah masyarakat Maluku terdapat budaya yang unik yang berpengaruh terhadap pola komunikasi. Mekanisme tradisional yang disebut pela (hal.6) menjadi salah satu hal untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dimana dua keyakinan yang berbeda mampu hidup berdampingan bahkan saling bersikap arif dengan diwujududkan dalam bergotong royong. Namun mekanisme tradisional ini tergerus oleh sistem pemerintahan yang sangat terpusat.

3.4.            Program Pengembangan Masyarakat

Adapun program kerja Kelurahan Labuhan Ratu Raya yang saat ini di pimpin oleh Bpk. H.M.Gandhi HZ, SE Antara lain :
1.      Selaku aparat sebagai pelayan masyarakat
2.      Menata serta membina lingkungan masyarakat
3.      Setiap kegiatan selalu melibatkan tokoh masyarakat dan warga

Program kerja bulanan kelurahan Labuhan Ratu Raya :
1.      Mengevaluasi realisasi PBB
2.      Melaksanakan Jum’at bersih
Program kerja tahunan kelurahan labuhan Ratu Raya :
1.      Pembunaan perangkat kelurahan, RT & Lingkungan secara rutin
2.      Merumuskan program pembangunan skala prioritas
3.      Meningkatkan pelayanan prima terhadap masyarakat
4.      Meningkatkan kembali budaya gotong royong
5.      Meningkatkan peran PKK, PAUD, Posyandu, & Pengajian rutin
Program pengembangan masyarakat yang telah dijalani :
1.      Kiat Lurah dalam rangka meningkatkan peran serta RT/Lingkungan & Tokoh masyarakat  dalam pembanguan kelurahan dengan cara selalu berkoordinasi dan melibatkan RT/Lingkungan dan berkoordinasi melibatkan tokoh masyarakat.
2.      Tindakan yang dilakukan apabila musibah kebakaran/Banjir/longsor yaitu segera melakukan koordinasi instansi BPBD, segera merujuk warga tersebut ke poskeskel terdekat yang telah di sediakan.
3.      Menerapkan kegiatan Ronda malam untuk ketertiban serta keamanan rumah warga kelurahan Labuhan Ratu Raya dengan cara membagi tugas atau jadwal jaga malam pos ronda dan Berkoordinasi dengan RT .
4.      Pelayanan Posyandu dengan menghimbau kepada masyarakat yang memiliki bayi dan balita untuk datang ke posyandu dengan tujuan memeriksa kesehatan bayi dan balita.
5.      Pelayanan Poskeskel
6.      Pendistribusian raskin
7.      Pelatihan kesadaran KB melalui PKK
8.      Pembrantasan Narkoba untuk anak-anak muda bekerjasama dengan BNN BNN
9.      Bercocok tanam di area dekat Kelurahan Labuhan Ratu Raya

3.5.            Komunikasi Sosial Dalam Pengembangan Masyarakat Kelurahan Labuhan Ratu
Dalam menerapkan program pengembangan masyarakat yang telah di buat oleh kelurahan Labuhan Ratu Raya sangat dibutuhkan komunikasi yang baik antara warga dengan pemerintah agar program-program tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Upaya – upaya yang dilakukan oleh pihak kelurahan dalam menjalin hubungan baik dengan warga yaitu dengan cara :
1.      Menata serta membina lingkungan masyarakat
2.      Setiap kegiatan selalu melibatkan tokoh masyarakat dan warga
3.      Pembunaan perangkat kelurahan, RT & Lingkungan secara rutin
4.      Merumuskan program pembangunan skala prioritas
5.      Meningkatkan pelayanan prima terhadap masyarakat
6.      Meningkatkan kembali budaya gotong royong
7.      Meningkatkan peran PKK, PAUD, Posyandu, & Pengajian rutin
Dengan adanya upaya tersebut diharapkan membangun komunikasi sosial  masyarakat dapat meningkatkan hubungan yang baik dan terkoordinasi dalam program pengembangan masyarakat.






III.             KESIMPULAN


Adapun kesimpulan yang diperoleh dari pengamatan yang dilakukan :
1.      Komunikasi dalam pelaksanaa program pembangunan sering disebut dengan komunikasi sosial, komunikasi sosial dapat dijadikan sebagai indikator dalam menganalisis proses-proses pelaksanaan program pengembangan masyarakat.
2.      Komunikasi sosial  yang dilakukan Kelurahan Labuhan Ratu Raya yaitu dengan cara selalu berkoordinasi dan melibatkan RT/Lingkungan dan berkoordinasi melibatkan tokoh masyarakat dalam membuat sebuah program.






Daftar Pustaka

Anonim. 2010. Peranan Komunikasi Sosial. http://yakoby08.student.ipb.ac.id. Akses : 22 April 2015.
Anonim. 2010. Komunikasi Sosial Pengembangan Masyarakat. www.academia.edu. Akses : 22 April 2015.
Read More

Friday, July 21, 2017

Resume Jurnal Internasional DAS

6:32 PM 0
Nama   : Chandra Afrian
NPM   : 1214071022
Tugas   : Resume Jurnal Internasional
M.K     : DAS
Oleh    : C.W.  Rose,  Faculty  of  Environmental  Sciences,  Griffith  University,  
 Queensland  4111,  Australia

Untuk Jurnal asli download disini!!!



PENGANTAR
Penelitian tentang erosi tanah dan konservasi tanah dengan menggunakan berbagai model yang berbeda dalam konteks, tujuan, dan tingkat detail. Makalah ini secara singkat ulasan yang dipilih dari jenis model dengan tujuan yang berbeda, tetapi berfokus pada jenis parameter-efisien model dan penerapannya dalam kolaborasi studi lapangan multi-negara yang luas.
Studi lapangan erosi tanah dan alternatif tanah konservasi ini dilakukan di Asia Tenggara dan Australia. metodologi eksperimental umum dan metode interpretasi data digunakan dalam studi ini pada tanah miring tropis yang lembab. Implikasi dari studi proses dalam mengevaluasi efektivitas berbagai langkah-tanah konservasi, dan isu prediksi tanah dan kehilangan air di lahan curam tropis juga dianggap singkat.
Metode Experimen
Data dalam makalah ini dikumpulkan di dua lokasi di Filipina dan Australia, dan satu situs masing-masing di Thailand dan Malaysia. Penelitian dilakukan pada skala praktek petani di tempat –tempat yang telah dipilih dan  mengukur kerugian tanah dan tingkat limpasan dari plot limpasan hidrologis terisolasi. Di pintu keluar plot, kasar atau "bed-load" sedimen diendapkan dan dipisahkan dari halus "ditangguhkan beban" sedimen, yang memiliki lebih potensi efek off-site. Sejak erosi tergantung pada laju aliran, ini diukur di pintu keluar plot, menggunakan perangkat ember tipping- pada plot hingga sekitar 600 m2, dan flumes untuk plot yang lebih besar.
Metode hidrologi
Kelebihan curah hujan lebih dari laju infiltrasi adalah sumber dominan aliran darat dalam percobaan ini. Laju infiltrasi telah dominan ditafsirkan dalam hal model satu dimensi. Namun, bukti yang muncul bahwa efek erodibilitas β adalah faktor komposit, seperti K-faktor dalam Rugi Universal Tanah Persamaan, tetapi dalam situasi di mana erosi adalah dominan aliran-driven, nilai β secara langsung berkaitan dengan energi yang dibutuhkan untuk menguapkan satu satuan massa tanah. Model TAMU menggunakan secara teoritis (daripada eksperimental) ekspresi diturunkan untuk batas atas untuk konsentrasi sedimen, disebut batas transportasi atau kapasitas oleh Foster (1982). Untuk aliran lembar, Hairsine dan Rose (1992a, b) menunjukkan bahwa variasi spasial dalam laju infiltrasi mungkin memainkan peran dominan, setidaknya pada skala plot, dalam mengendalikan perubahan tingkat lebih curah hujan (Yu et al., 1997a).
PEMBAHASAN
Data dari studi lapangan menunjukkan sifat sangat bervariasi dan episodik dari kedua limpasan dan kehilangan tanah, menunjukkan risiko dalam menggunakan monitoring jangka pendek sebagai panduan untuk perilaku jangka panjang. Salah satu alasan untuk pengembangan model adalah bahwa setelah parameter hidrologi dan erodibilitas dalam model tersebut telah ditentukan pada sebuah tempat, kerangka konseptual yang sama dapat digunakan untuk membuat prediksi jangka panjang dari tanah dan kehilangan air, dengan asumsi setidaknya data curah hujan jangka lama telah dikumpulkan atau dapat disintesis.
Kerangka konseptual dan komputasi yang sama seperti pada teknologi TAMU-analisis (Yu et al., 1997b) dapat digunakan dalam mode prediktif, menggunakan GUEPS Program (Griffith University Erosi Prediksi System) (Yu dan Rose, 1997). GUEPS mengakui bahwa tingkat limpasan tidak umum diukur dalam studi erosi. Program GOSH (Generasi Hidrograf Sintetis) (Yu et al., 1998) dapat digunakan untuk memprediksi tingkat limpasan, sehingga memungkinkan GUEPS untuk digunakan. Namun, jika limpasan belum diukur, namun tingkat curah hujan yang tersedia atau dapat disintesis, maka model SSRRM dapat digunakan untuk menghasilkan tingkat limpasan.
Sementara pengujian konvensional kemampuan prediksi GUEPS telah dilakukan dengan membagi data ke set terpisah untuk evaluasi parameter dan pengujian prediksi, pengujian tersebut, meskipun diinginkan, masih menghindari hambatan untuk prediksi yaitu kurangnya lengkap model nilai parameter . Kemampuan Amerika Serikat untuk mengatasi keterbatasan ini untuk aplikasi dari USLE (Wischmeier dan Smith, 1978), RUSLE (Renard et al., 1991) dan WEPP (Foster dan Lane, 1987) teknologi tanah-erosi harus diakui. Salah satu motivasi dalam bergerak ke arah yang lebih umum jenis-proses terkait model telah menjadi harapan bahwa parameter diperkenalkan ke mereka melakukan menanggung sebagian hubungan, perkiraan, dengan karakteristik yang nyata, termasuk karakteristik tanah. Menyadari keterbatasan dalam hubungan tersebut, Misra dan Rose (1995) menemukan bahwa kekuatan tanah mudah terukur dan konsentrasi sedimen dipengaruhi dengan cara yang konsisten dengan metodologi TAMU. Juga, erodibilitas, β, telah ditemukan untuk berhubungan dengan cara yang diharapkan dengan karakteristik namun lebih mendasar dari analisis mekanik (Yu et al., 1999).
KESIMPULAN
Disarankan bahwa baik stokastik atau model dinamis deterministik erosi tanah, terutama bila dikombinasikan dengan eksperimen terkontrol, memberikan kesempatan untuk menguji kecukupan model alternatif yang dirancang untuk menggambarkan secara rinci proses di tempat kerja curah hujan atau erosi tanah aliran-driven. Pelajaran dari penelitian tersebut adalah sumber panduan dalam memilih model parameter-efisien sederhana untuk digunakan dalam studi lapangan yang luas atau dalam konteks prediktif. Data luas yang dikumpulkan dalam studi lapangan dilaporkan telah memperluas pengalaman dalam model nilai parameter dan dalam pengujian model prediksi dari tanah dan kehilangan air. Data tersebut juga telah memungkinkan evaluasi dari sejumlah metodologi konservasi tanah, yang telah bertemu dengan penerimaan petani di beberapa daerah dengan membandingkan tanah dan air kerugian dengan yang dari praktek petani umum dan dari tanah kosong.
Tiga konservasi tanah telah terbukti layak dan beradaptasi untuk pertanian miring-lahan di daerah tropis lembab. Ini adalah:
1. Dengan tanaman pertanian, berusaha untuk mempertahankan setidaknya sekitar 30% permukaan penutup kontak pada saat-saat runoff- menginduksi curah hujan dapat terjadi.
2. Putus tanah dengan hillslopes lama dikhususkan untuk tanaman pertanian ke segmen pendek (misalnya panjang mengatakan 10-15 m) dengan strip dari vegetasi yang lebih permanen. Strip ini harus sekitar pada kontur (dicapai dengan bantuan teknologi rendah), tetapi strip ini dapat dari kombinasi vegetasi atau vegetasi yang diinginkan, dan tidak perlu luas jika mereka memberikan perlawanan yang signifikan untuk aliran darat.
3. Dengan tanaman pohon (seperti di situs Kemaman), penutup kontak permukaan juga harus dicari, meskipun penutup seperti seharusnya tidak diperbolehkan untuk bersaing terlalu kuat dengan tanaman pohon, terutama selama pembentukan pohon.
Read More

Post Top Ad