Mrchandblog

Blog untuk berbagi ilmu

Hot

Post Top Ad

Friday, July 21, 2017

PRINSIP – PRINSIP PENGAJARAN ORANG DEWASA TERHADAP PENGEMBANGAN MASYARAKAT KELURAHAN LABUHAN RATU RAYA

6:25 PM 0



PRINSIP – PRINSIP PENGAJARAN ORANG DEWASA TERHADAP PENGEMBANGAN MASYARAKAT KELURAHAN LABUHAN RATU RAYA
( Laporan Responsi Pengembangan Masyarakat )


Disusun Oleh :
Ardhian Rizki A          1214071012
Chandra Afrian                        1214071022
Septian Tri S                 1314071052
Septiana Sari                1214071068
   Yunus Dwi K                           1014071015            












JURUSAN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015


I.PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Era global yang ditandai oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, dari satu sisi membawa dampak positif berupa kemudahan-kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Namun, di sisi lain era global membawa dampak negatif, di antaranya seperti ketertinggalan dan marginalisasi sebagian manusia, sehingga tidak dapat menikmati kemudahan dalam kehidupan. Hal demikian itu disebabkan oleh mentalitas, sikap dan skill yang tidak siap terjun ke arena kompetisi keras dalam dunia global.
Berbagai upaya dan pendekatan dilakukan oleh berbagai pihak untuk mengejar ketertinggalan tersebut, namun demikian hasilnya masih belum optimal. Keberhasilan suatu program pengembangan masyarakat ditentukan oleh banyak faktor atau variabel, di antaranya adalah: Pertama, semangat yang tinggi dan mentalitas aparat pelaksana di lapangan yang seakan tidak mengenal lelah. Kedua, mentalitas masyarakat sendiri yang memiliki kecenderungan untuk berkembang atau bangkit dari permasalahan yang melilitnya. Ketiga, ketersediaan anggaran atau pendanaan program pengembangan masyarakat yang sering dipandang (dianggap) sebagai faktor utama keberhasilan. Keempat, kebijakan pemerintah atau institusi terkait yang berpihak (menguntungkan) kepada masyarakat sasaran, dan yang tidak kalah pentingnya adalah kelima, pendekatan yang digunakan
oleh pihak pengembang masyarakat tidak keliru, dan sebagainya.


1.2.Tujuan
Adapun tujuan dari responsi pengembangan masyarakat ini yaitu untuk mengetahui prinsip – prinsip pengajaran orang dewasa terhadap pengembangan masyarakat.





II.PEMBAHASAN


1.1.             PERKEMBANGAN ORANG DEWASA
Karakteristik Perkembangan Orang Dewasa
1.      Perkembangan fungsi aspek-aspek fisik orang dewasa terus berjalan sesuai dengan jenis pekerjaan, pendidikan dan latihan serta hobi-hobi aktivitas fisik. Usia dewasa merupakan usia yang secara fisik sangat sehat, kuat, dan cekatan dengan tenaga yang cukup besar. Kekuatan dan kesehatan ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi, kebiasaan hidup, kebiasaan makan, dan pemeliharaan kesehatan.
2.      Kualitas kemampuan berpikir kelompok dewasa muda terus berkembang lebih meluas atau komprehensif dan mendalam. Perkembangan ini tergantung pada pengetahuan dan informasi yang dikuasai. Semakin tinggi dan luas ilmu pengetahuan, dan informasi yang dimiliki, semakin tinggi kualitas kemampuan berpikir.
3.      Pada masa dewasa, berlangsung pengalaman moral. Melalui pengalaman moral, orang dewasa mengubah pemikiran-pemikiran moral menjadi perbuatan moral.
4.      Bekerja untuk pengembangan karier merupakan tuntutan dan karakteristik utama dari masa dewasa.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang
1.      Faktor genetik
–faktor keturunan  — masa konsepsi,
–bersifat tetap atau tidak berubah sepanjang kehidupan,
–menentukan beberapa karakteristik seperti jenis kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti temperamen,dan
–Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal.


2.      Faktor eksternal / lingkungan
–Mempengaruhi individu setiap hari mulai konsepsi sampai akhir hayatnya, dan sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan,
–Faktor eksternal yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya.
a)      Keluarga
 Nilai, kepercayaan, adat istiadat, dan pola interaksi dan komunikasi.
• Fungsi : bertahan hidup, rasa aman, perkembangan emosi dan sosial,penjelasan mengenai masyarakat dan dunia, dan membantu mempelajari peran dan perilaku.
b) Kelompok teman sebaya
·  Lingkungan yang baru dan berbeda, memberi pola dan struktur yang berbeda dalam interaksi dan komunikasi, dan memerlukan gaya perilaku yang berbeda.
· Fungsi: belajar kesuksesan dan kegagalan, memvalidasi dan menantang pemikiran dan perasaan, mendapatkan penerimaan, dukungan dan penolakan sebagai manusia unik yang merupakan bagian dari keluarga; dan untuk mencapai tujuan kelompok dengan memenuhi kebutuhan dan harapan.
c) Pengalaman hidup
Pengalaman hidup dan proses pembelajaran membiarkan individu berkembang dengan mengaplikasikan apa yang telah dipelajari.
Tahapan proses pembelajaran
– mengenali kebutuhan
– penguasaan ketrampilan
– menjalankan tugas
– integrasi ke dalam seluruh fungsi
– mengembangkan penampilan perilaku yang efektif.
d) Kesehatan
·Tingkat kesehatan respon individu terhadap lingkungan dan respon oranglain pada individu,
·Kesehatan prenatal (sebelum bayi lahir) mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari fetal (janin),Nutrisi adekuat ,
·Keseimbangan antara istirahat, tidur dan olahraga,
·Kondisi sakit
·ketidakmampuan untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan
·tumbuh kembang terganggu,
e) Lingkungan tempat tinggal : Musim, iklim, kehidupan sehari-hari dan status sosial ekonomi
A.    Perbedaan individual Orang Dewasa
1.   Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan individual orang dewasa adalah faktor lingkungan, pembawaan dan pengalaman.
2.   Unsur-unsur perbedaan individu yang disebabkan oleh perbedaan lingkungan dan pembawaan adalah perbedaan dalam minat, kepribadian, dan kecakapan (kecerdasan).
3.   Penerimaan orang dewasa terhadap pengaruh lingkungan (pengalaman) ditentukan oleh:
·Kekuatan daya pendukung The IQ dan daya kendali dari super ego serta
·besarnya dorongan kompleks terdesak (Freud);
·Cita-cita dan hasrat (Alfred Adler);
·Kadar rasa harga diri (Kunkel);
·Kesadaran pribadi dalam mempertahankan dan mengembangkan dirinya   
 (Stern);
·Pandangan subjektif terhadap partisipasinya dengan lingkungan (Rullo May);
·Kemampuan membaca situasi atau kerangka berpikir (Lewin), serta
·Hubungan sosial di masa lalu (Rotter & Sullivan).
·Hubungan sosial di masa lalu (Rotter & Sullivan).
                    


2.2.          Tahap-tahap Perkembangan pada orang Dewasa muda,menengah dan tua
A. Dewasa muda (20-40 tahun)
>Gaya hidup personal berkembang.
>Membina hubungan dengan orang lain
>Ada komitmen dan kompetensi
>Membuat keputusan tentang karir, pernikahan dan peran sebagai orang tua
>Individu berusaha mencapai dan menguasai dunia, kebiasaan berpikir rasional meningkat
>Pengalaman pendidikan, pengalaman hidup dan kesempatan dalam pekerjaan meningkat.
>Implikasi keperawatan: menerima gaya hidup yang mereka pilih, membantu dalam penyesuaian diri, menerima komitmen dan kompetensi mereka, dukung perubahan yang penting untuk kesehatan.


B. Dewasa menengah (40-65 tahun)
>Gaya hidup mulai berubah karena perubahan-perubahan yang lain, seperti anak meninggalkan rumah
>anak-anaknya telah tumbuh dewasa dan mulai meninggalkan rumah
>dapat terjadi perubahan fisik seperti muncul rambut uban, garis lipatan pada muka, dan lain-lain
>waktu untuk bersama lebih banyak
>Istri menopause, pria ingin merasakan kehidupan seks dengan cara menikah lagi (dangerous age).

Implikasi keperawatan: bantu individu membuat perencanaan sebagai antisipasi terhadap perubahan hidup, untuk menerima faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kesehatan dan fokuskan perhatian individu pada kekuatan, bukan pada kelemahan.

C. Dewasa tua
a.Young-old (tua-muda), 65-74 tahun : beradaptasi dengan masa pension (penurunan penghasilan), beradaptasi dengan perubahan fisik, dapat berkembang penyakit kronik.Implikasi keperawatan: bantu individu untuk menjaga aktivitas fisik dan sosialnya, mempertahankan interaksi dengan kelompok sebayanya.
b.Middle-old (tua-menengah), 75-84 tahun : diperlukan adaptasi terhadap penurunan kecepatan dalam pergerakan, kemampuan sensori dan peningkatan ketergantungan terhadap orang lain. Implikasi keperawatan: bantu individu untuk menghadapi kehilangan (pendengaran,penglihatan, kematian orang tercinta).
c. Old-old (tua-tua), 85 tahun keatas : terjadi peningkatan gangguan kesehatan fisik. Implikasi keperawatan : bantu individu dalam perawatan diri dan mempertahankan kemampuan mandirinya jika memungkinkan

2.3.      Teori-teori Tumbuh Kmbang
A. Development task theory (Robert Havighurst)
1. Early Adulthood (dewasa muda)
·      Memilih pasangan
·      Belajar hidup bersama orang lain sebagai pasangan
·      Mulai berkeluarga
·      Membesarkan anak
·      Mengatur rumah tangga
·      Mulai bekerja
·      Mendapat tanggungjawab sebagai warga Negara
·      Menemukan kelompok sosial yang cocok


2. Middle-age (dewasa lanjut)
·      Mendapat tanggungjawab sosial dan sebagai warga Negara
·      Membangun dan mempertahankan standard ekonomi keluarga
·      Membimbing anak dan remaja untuk menjadi dewasa yang bertanggungjawab dan Menyenangkan
·      Mengembangkan kegiatan-kegiatan di waktu luang
·      Membina hubungan dengan pasangannya sebagai individu
·      Mengalami dan menyesuaikan diri dengan beberapa perubahan fisik
·      Menyesuaikan diri dengan kehidupan sebagai orang tua yang bertambah tua
B. Teori perkembangan Psikososial (Erik H Erickson )
1. Intimasi vs isolasi (intimacy vs isolation)
– dewasa muda (18-25 sampai 45 tahun)
·indikator positif : berhubungan intim dengan orang lain. Mempunyai komitmen dalam bekerja dan berhubungan dengan orang lain.
·Indikator negatif : menghindari suatu hubungan, komitmen gaya hidup atau karir
·Individu mengembangkan kedekatan dan berbagi hubungan dengan orang lain, yang mungkin termasuk pasangan seksual.
·Ketidakpastian individu mengenai diri sendiri akan mempunyai kesulitan mengembangkan keintiman.
·Seseorang tidak bersedia atau tidak mampu berbagi mengenai diri sendiri, akan merasa sendiri.
2. Generativitas vs stagnasi atau absorpsi diri
     dewasa tengah (45 – 65 tahun)
·indikator positif : kreatifitas, produktivitas dan perhatian dengan orang lain
·indikator negatif : perhatian terhadap diri sendiri, kurang merasa nyaman
·Orang dewasa
        bimbingan untuk generasi selanjutnya, mengekspresikan kepedulian pada dunia di masa yang akan datang
·Absorpsi diri orang dewasa akan direnungkan dengan kesejahteraan pribadi dan peningkatan materi
·Perenungan diri sendiri mengarah pada stagnasi kehidupan.


2.3.Prinsip Pengajaran Orang Dewasa Kelurahan Labuhan Ratu Raya
Prinsip – Prinsip pengajaran orang dewasa di Kelurahan Labuhan Ratu adalah proses yang teratur, berurutan, rapi dan kontinyu, maturbasi, lingkungan dan faktor genetik, pola yang sama, konsisten dan kronologis, dapat diprediksi, variasi waktu muncul (onset), lama, dan efek dari tiap tahapan tumbuh kembang, mempunyai ciri khas, seumur hidup dan meliputi seluruh aspek, hal yang unik, setiap individu cenderung mencapai potensi maksimum perkembangannya, Tugas perkembangan, perkembangan suatu aspek dapat dipercepat atau diperlambatn perkembangan aspek-aspek tertentu berjalan sejajar atau berkorelasi dengan aspek lainnya, perkembangan terjadi dalam tempo yang berlainan.







III.KESIMPULAN


Adapun kesimpulan dari laporan ini yaitu perkembangan orang dewasa  aspek-aspek tertentu berjalan sejajar atau berkorelasi dengan aspek lainnya.






DAFTAR PUSTAKA


Anonim.2015.Prinsip Pengembangan Orang Dewasa.http://digilib.uin-suka.ac.id.Akses:20 April 2015.
Read More

PROGRAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI KELURAHAN LABUHAN RATU RAYA

6:04 PM 0
PROGRAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT DI KELURAHAN LABUHAN RATU RAYA
( Laporan Responsi Pengembangan Masyarakat )


Disusun Kelompok 11
Oleh :
ARDIAN RISKI A                1214071012
CHANDRA AFRIAN                       1214071022
SEPTIANA SARI                  1214071068
SEPTIAN TRISAPUTRA     1314071052
YUNUS DWI K                     1014071015


 










JURUSAN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2015
I.PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Pengembangan masyarakat merupakan sebuah proses peningkatan kualitas hidup melalui individu, keluarga dan masyarakat untuk mendapatkan kekuasaan diri dalam pengembangan potensi dan skil, wawasan dan sumber  daya yang ada untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan mengenai kesejahteraan mereka sendiri (Anonim,2013).
Masyarakat adalah salah satu unsur penting dalam pembangunan suatu negara. Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sudah lama disadari sebagai hal yang penting dan perlu diwujudkan. Dalam hal ini perlu di adakan pemberdayaan atau program – program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Program pengembangan masyarakat dikembangkan untuk memfasilitasi terwujudnya kedaulatan rakyat yang mampu mengatasi permasalahan-pemasalahan masyarakat secara partisipatif,aspiratif dan berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat. Meskipun demikian, dalam kenyataannya upaya tersebut belum begitu menggembirakan.
Program pengembangan masyarakat, belum sepenuhnya diikuti dengan menguatkan kelompok atau institusi yang benar-benar dapat menyalurkan aspirasi dan mengembangkan inisiatif masyarakat lokal.keikutsertaan masyarakat dalam proses kebijakan masih belum jelas dan masih ditempatkan sebagai sasaran program yang kadang-kadang tersisihkan oleh desakan kepentingan kelompok tertentu yang berorientasi pada suatu tujuan.

1.2  Tujuan

Adapun tujuan dari responsi ini yaitu :
1.      Mengetahui gambaran wilayah kelurahan Labuhan Ratu
2.      Mengetahui program pengembangan masyarakat, kendala dan hasil yang didapat di kelurahan Labuhan Ratu



II. PEMBAHASAN

2.1 Gambaran Wilayah
Gambaran Umum Kelurahan Labuhan Ratu Raya
A.    Batas Administrasi
Kelurahan Tamansari  termasuk dalam Kecamatan Labuhan Ratu, yang merupakan salah satu bagian  wilayah Kota Bandar lampung , memiliki luas wilayah sebesar 182 Ha. Secara administratif Kelurahan labuhan Ratu dibatasi oleh :
• Bagian Selatan          : Kali sebelah kantor camat
•Bagian Utara             : Perbatasan stasiun Kereta Api
•Bagian Timur             : Gerbang pom bensin Soekarno Hatta
•Bagian Barat              : Jalan Garuda
B.     Kondisi Geografis
Secara Geografis Kelurahan Labuhan Ratu Raya  berada   di   105°15'2.23"   BT   5°21'33.86"   LS  dan   105°15'49.82"   BT  5°22'38.28" LS. Berjarak 1,00 km dari ibukota kecamatan dan 7,00 km dari ibukota Bandar Lampung Kelurahan Labuhan Ratu Raya Kecamatan Labuhan Ratu memiliki bentuk wilayah datar sebesar 43% dari total keseluruhan luas wilayah. Kelurahan  jika ditinjau dari sudut ketinggian tanah, berada  pada ketinggian +60m diatas permukaan air laut. Suhu maksimum dan minimum di  Kelurahan Tamansari berkisar 280C
C.      Infrastruktur
Potensi kelembagaan yang ada di Kelurahan Pelabuhan ratu Raya, meliputi lembaga politik, peribadatan, perangkat kelurahan, kesehatan, dan sekolah yang ada di Kelurahan Pelabuhan Ratu Raya.

1.      Lembaga Politik
Ada terdapat berbagai lembaga politik dalam bentuk partai yang ada di Kelurahan Pelabuhan Ratu Raya, seperti Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Hati Nurani Rakyat, dan partai-partai politik lainnya.


2.      Sarana Peribadatan
Sarana peribadatan merupakan tempat yang digunakan oleh umat beragama untuk beribadah sesuai dengan ajaran agama mereka masing-masing. Di Kelurahan Pelabuhan Ratu
Raya, terdapat beberapa sarana peribadatan, yaitu :
-Mesjid 15 Gedung
-Mushalla 1 Gedung
-Gereja 1 Gedung

3.      Perangkat Kelurahan
Di Kelurahan Pelabuhan Ratu Raya, terdapat beberapa perangkat kelurahan yang bertugas untuk membantu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Jumlah perangkat kelurahan itu, yakni :
-Kepala urusan 4 Orang
-Kepala Lingkungan Staf 2 Orang
-RT ( Rukun Tetangga ) 19 0rang

4.      Sarana Kesehatan
Di Kelurahan Pelabuhan Ratug Raya juga terdapat berbagai sarana kesehatan, yang berfungsi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Jumlah sarana kesehatan yang
terdapat di Kelurahan Pematang Raya adalah sebagai
berikut :
-Jumlah Posyandu 8 Gedung
-Jumlah Poskeskel Pembantu 1 Gedung
5.      Sarana Sekolah
Di Kelurahan Pelabuhan Ratu Raya juga terdapat beberapa sarana sekolah, tempat menimba ilmu bagi para generasi muda Indonesia, khususnya yang ada di Kelurahan Pelabuhan Ratu Raya. adalah sebagai berikut :
-PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) 3 Gedung
-SD ( Sekolah Dasar ) 3 Gedung
- SMP ( Sekolah Menengah Pertama) 2 Gedung
-SMA ( Sekolah Menengah Atas) 1 Gedung

D.    Kependudukan
Jumlah Penduduk dan Jumlah KK Kelurahan Labuhan Ratu memiliki jumlah penduduk sebesar 5.582 jiwa, terdiri dari 2.773 jiwa laki-laki dan 2.808 jiwa perempuan. Jumlah kepala keluarga (KK) di kelurahan Labuhan Ratu Raya 1.600 KK. Banyaknya RT 18 orang.

2.2  Program Pengembangan Masyarakat
Adapun program kerja Kelurahan Labuhan Ratu Raya yang saat ini di pimpin oleh Bpk. H.M.Gandhi HZ, SE Antara lain :
1.      Selaku aparat sebagai pelayan masyarakat
2.      Menata serta membina lingkungan masyarakat
3.      Setiap kegiatan selalu melibatkan tokoh masyarakat dan warga
Program kerja bulanan kelurahan Labuhan Ratu Raya :
1.      Mengevaluasi realisasi PBB
2.      Melaksanakan Jum’at bersih
Program kerja tahunan kelurahan labuhan Ratu Raya :
1.      Pembunaan perangkat kelurahan, RT & Lingkungan secara rutin
2.      Merumuskan program pembangunan skala prioritas
3.      Meningkatkan pelayanan prima terhadap masyarakat
4.      Meningkatkan kembali budaya gotong royong
5.      Meningkatkan peran PKK, PAUD, Posyandu, & Pengajian rutin
Program pengembangan masyarakat yang telah dijalani :
1.      Kiat Lurah dalam rangka meningkatkan peran serta RT/Lingkungan & Tokoh masyarakat  dalam pembanguan kelurahan dengan cara selalu berkoordinasi dan melibatkan RT/Lingkungan dan berkoordinasi melibatkan tokoh masyarakat.
2.      Tindakan yang dilakukan apabila musibah kebakaran/Banjir/longsor yaitu segera melakukan koordinasi instansi BPBD, segera merujuk warga tersebut ke poskeskel terdekat yang telah di sediakan.
3.      Menerapkan kegiatan Ronda malam untuk ketertiban serta keamanan rumah warga kelurahan Labuhan Ratu Raya dengan cara membagi tugas atau jadwal jaga malam pos ronda dan Berkoordinasi dengan RT .
4.      Pelayanan Posyandu dengan menghimbau kepada masyarakat yang memiliki bayi dan balita untuk datang ke posyandu dengan tujuan memeriksa kesehatan bayi dan balita.
5.      Pelayanan Poskeskel
6.      Pendistribusian raskin
7.      Pelatihan kesadaran KB melalui PKK
8.      Pembrantasan Narkoba untuk anak-anak muda bekerjasama dengan BNN BNN
9.      Bercocok tanam di area dekat Kelurahan Labuhan Ratu Raya

A.    Wajib Kelurahan
Adapun yang menjadi wajib Kelurahan Pelabuhan Ratu Raya adalah sebagai berikut :
·         Kepemimpinan
·         Penguasaan data wilayah
·         Penguasaan peraturan dan perundang-undangan
·         Pemeliharaan dan pembinaan administrasi kelurahan
·         Pembinaan koperasi atau kelompok koperasi
·         Pelaksanaan 5K
·         Meningkatkan partisipasi dan gotong royong masyarakat
·         Meningkatkan pendapatan asli daerah
·         Pembinaan perangkat kelurahan lingkungan/RW/RT lembaga desa
·         Pembinaan PKK
Pada pasal 9 diterangkan Rincian Tugas Jabatan Pada Organisasi Kelurahan sebagai berikut : Lurah mempunyai Tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan serta melaksanakan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati.
Pada pasal 9 butir 2 diterangkan tentang rincian tugas Lurah sebagai berikut :
a.       Melaksanakan urusan administrasi pemerintahan dan pengaturan kehidupan masyarakat yang dilimpahkan kepada lurah.
b.      Membuat Program Kerja Tahunan dengan mengacu pada program kerja Pemerintah Kecamatan.
c.       Merumuskan kebijakan Pemerintahan Kelurahan.
d.      Merumuskan dan menetapkan kebijakan-kebijakan pelayanan umum di lingkungan Kelurahan.
e.       Menetapkan prosedur pedoman teknis terhadap kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.
f.       Mengadakan pemberdayaan dan pelayanan masyarakat.
g.      Mengadakan pembinaan lembaga kemasyarakatan.
h.      Menyelenggarakan dan membina keamanan dan ketertiban umum wilayah kerja.
i.        Melaksanakan pembinaan karier pegawai di lingkungan Kelurahan.
j.        Membuat laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada atasan.
k.      Melaksanakan tugas-tugas di bidang kepegawaian.
l.        Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.



B.     Potensi Wilayah Kelurahan Pelabuhan Ratu Raya
Potensi wilayah yang ada di Kelurahan Pelabuhan Ratu Raya terdiri dari potensi sumber daya  alam, jumlah penduduk, dan potensi kelembagaan. Potensi-potensi inilah yang akan diberdayakan untuk melakukan pembangunan dan perbaikan di Kelurahan Pelabuhan Ratu Raya.

2.3 Kendala Pengembangan masyarakat

Adapun kendala yang dihadapi dalam Pengembangan Masyarakat adalah sebagai berikut :
1.      Hampir seluruh wilayah merupakan lahan permukiman, hal ini ditandai dengan tidak adanya lahan pertanian dan perkebunan. Seluruh kawasan sudah terlayani jaringan listrik oleh PLN, dengan jumlah sambungan 1.110 pelanggan.
2.      Kondisi jalan rata-rata baik sampai dengan rusak ringan.kendala perbaikannya jalan adalah biaya, namun Sebagian besar kawasan sudah terlayani jaringan jalan dengan perkerasan dengan lebar minimal 2 m.
3.      Untuk sarana drainase masih relatif kurang, hanya tersedia di ruas jalan utama.
4.      Untuk sistem sanitasi masih bersifat individual.
5.      Fasilitas olahraga dan taman terdekat kawasan GOR Saburai. Jauh dan masih menumpang.
6.      Transportasi umum yang melayani kawasan adalah bus Trans Bandar Lampung,
7.      Kegiatan PKK bercocok tanam di area dekat Kelurahan, yang mana perkebunan yang tidak terawat dengan baik serta kurangnya penjagaan sehingga tanaman banyak yang rusak dan kekeringan.
8.      Kurangnya peran aktif masyarakat
9.      Kurang maksimalnya sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat
10.  Berkurangnya jumlah orang yang terjadwal Ronda malam


2.3  Hasil yang di dapatkan dalam Program Pengembangan Masyarakat

Adapun pencapaian hasil dari Program Pengembangan Masyarakat adalah sebagai Berikut :
1.      Tercapainya Pelayanan kesehatan posyandu, poskeskel
2.      Mendapatkan Hasil panen Perkebunan PKK tiap masing-masing RT, yang kemudian hasil perkebunan dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
3.      Pembinaan PKK yang lancar dan berjalan dengan baik
4.      Pendistribusian raskin terpenuhi
 Peta Tutupan Lahan Kelurahan Labuhan Ratu Raya Kecamatan Labuhan Ratu 
Survey Lokasi Kelurahan Kelurahan Labuhan Ratu Raya Kecamatan Labuhan Ratu

III.KESIMPULAN


       Adapun Kesimpulan dari laporan ini yaitu :
1.      Program pengembangan masyarakat yang ada di kelurahan Labuhan Ratu adalah Pembunaan perangkat kelurahan, RT & Lingkungan secara rutin ,Merumuskan program pembangunan skala prioritas, Meningkatkan pelayanan prima terhadap masyarakat, Meningkatkan kembali budaya gotong royong dan Meningkatkan peran PKK, PAUD, Posyandu, & Pengajian rutin
2.      Kendala – kendala yang di hadapi yaitu biaya yang masih terlalu minim, sikap individual dari masyarakat dan kurang aktifnya peran masyarakat dalam program-program pengmas yang telah di rencanakan
3.      Masih kurangnya sosialisasi dari pihak kelurahan 




DAFTAR PUSTAKA


Anonim. 2013. Pengembangan Masyarakat. http://kesejahteraansosial.blogspot.com/2013/02/definisi-dan-pengertian-pengembangan.html. Diakses pada 28 April 2015.
Read More

Post Top Ad